Bulan Bahasa SMAK 1 – CONNECT 2017

Pergi berkenala sejak Juni

Pulang ke rumah teringat rasa

Di era komunikasi kini

Jangan lupa pentingnya berbahasa

Halo Smukierz! Masih ingat serunya acara bulan bahasa SMAK 1 pada 13 Januari lalu? Tentunya bisa menjadi suatu pengalaman yang berkesan untuk kita yang berpartisipasi di dalamnya. Banyak sekali perlombaan yang telah diselenggarakan, mulai dari family feud hingga debat Bahasa Indonesia. Setiap kelas sudah berpartisipasi, dan pemenang sudah terbacakan. Sekarang, tinggal hikmahnya yang dapat kita petik.

Championing Our Nation Emphasizing Connectivity

spanduk bulan bahasa SMAK 1

CONNECT, atau yang menjadi judul acara bulan bahasa SMAK 1 kali ini merupakan singkatan dari “Championing Our Nation Emphasizing Connectivity” yang menjadi tema besar dalam rangkaian acara. Acara ini bertujuan untuk mempromosikan pentingnya berbahasa dalam menjalin komunikasi antar manusia, terutama dalam bangsa Indonesia sendiri sebagai suatu negara kesatuan. Banyak pertandingan dan perlombaan yang sudah dilaksanakan, mulai dari Family Feud sampai debat.

Family Feud

Teman-teman tentunya tau kan acara Family 100 yang biasa ditayangkan di televisi lokal? Acara tersebut merupakan garapan dari sebuah program televisi Family Feud yang terlebih dulu ada, yang dapat diartikan secara literal sebagai “pertandingan antar keluarga”. Dalam pertandingan Family feud di bulan bahasa ini, perwakilan dari 3 kelas yang bergabung dalam satu “keluarga” untuk bertanding dengan kelompok lainnya.

Family Feud Bulan Bahasa SMAK 1

Dalam pertandingan yang telah berlangsung, setiap kelompok menebak serangkaian jawaban populer terhadap suatu topik. Topik yang ditampilkan bermacam-macam, mulai dari makanan sampai problema kehidupan. Pemimpin kelompok berdiskusi dengan anggota-anggota kelompok, dan memutuskan jawaban terbaik untuk mendapat poin sebanyak-banyaknya.

Mungkin ini merupakan salah satu pertandingan dalam acara bulan bahasa yang paling banyak penontonnya. Hal ini mungkin karena selain dilaksanakan di aula, pertandingan inilah yang pertama kali ditemukan jika siswa malas berpindah tempat setelah acara pembukaan di aula SMAK 1.

Pemenang tentunya merupakan mereka yang memiliki wawasan luas, cekatan, serta kekompakkan antar anggota kelompok yang berbeda kelas. Mungkin ini bertujuan untuk menekan jumlah kelompok supaya batas waktu pertandingan tidak terlampaui. Ini dia kelompok yang menjadi pemenang peringkat 1 & 2 (kanan dan kiri) di pertandingan Family Feud lalu. Mereka merupakan kelompok gabungan dari beberapa kelas.

Pemenang dari pertandingan Family Feud SMAK 1 PENABUR, juara 1 (kanan) dan juara 2 (kiri).

Pemenang dari pertandingan Family Feud SMAK 1 PENABUR, juara 1 (kanan) dan juara 2 (kiri).

Membuat Pantun Impromptu

Impromptu, atau yang dapat diartikan sebagai spontan, mendadak, merupakan inti dari pertandingan. Pembuatan pantun secara spontan dipertandingkan oleh 3 orang perwakilan dari setiap kelas. Pantun yang dibuat harus seirama, estetik, dan juga memenuhi syarat-syarat dasar pembuatan pantun. Pertandingan dilaksanakan di aula SMAK 1, setelah pertandingan Family Feud selesai.

Dalam pertandingan ini, setiap perserta diberikan sebuah gambar yang harus mereka pantunkan dalam bentuk kata. Peserta tidak hanya harus jago membuat pantun, tapi juga harus membuatnya secara cepat dan tepat. Setiap kelompok berbalas pantun, untuk mempertontonkan kejagoan mereka dalam berpantun. Penonton pun seringkali berdecap kagum terhadap isi dari pantun setiap kelompok. Ada yang lucu, ada yang memiliki makna dalam, ada yang multi tafsir, dan ada yang membuat sebagian orang bawa perasaan. Sangking serunya, beberapa kali dewan juri meminta pertandingan ulang untuk menentukan pemenang, loh.

Dewan juri pantun incognita pada bulan bahasa SMAK 1

Dewan juri pantun incognito pada acara CONNECT SMAK 1.

Pertandingan ini dibagi menjadi beberapa segmen, dan pemenang dari setiap segmen akan diadu lagi ke babak semi final, hingga akhirnya babak final yang dilaksanakan di penghujung acara bulan bahasa SMAK 1. Finalis saling berbalas pantun, dan penonton pun memilih jagoan mereka sebagai pemenang. Tapi, ternyata kedua belah pihak relatif memiliki pendukung yang setimbang, hingga akhirnya mereka masuk ke dalam babak berbalas pantun secara cepat. Akhinrya, salah satu kelompok berhasil memenangkan pertangdingan ini, karena lawan tidak dapat membalas pantun mereka.  Ini dia pemenang lomba pantun impromptu kali ini.

peserta bulan bahasa smak 1

pemenang bulan bahasa smak 1

Pemenang juara 1 (3 peserta dari kiri) & 2 (3 peserta dari kanan).

Manga 3 Bahasapeserta lomba manga bulan bahasa smak 1

Manga, atau yang dikenal secara luas sebagai “komik Jepang” juga diperlombakan dalam bulan bahasa SMAK 1 kali ini. Manga sudah menjadi suatu gaya tersendiri dalam dunia perkomikan.  Dalam bulan bahasa ini manga dibuat dengan menggunakan 3 bahasa, yakni: Inggris, Jerman, dan Mandarin.

Setiap kelas mengirimkan 3 orang perwakilan, yang berasal dari lintas minat yang berbeda. Untuk kelas yang tidak mempunyai anggota berlintas minat Bahasa Jepang lagi, disarankan untuk mengirimkan anggota yang tahun lalu mengikuti lintas minat tersebut. Berikut ini serangkaian cuplikan foto acara dan pemenang lomba manga.

Pemanang dari perlombaan manga dalam bulan bahasa SMAK 1.

Pemanang dari perlombaan manga dalam bulan bahasa SMAK 1.

suasana lomba manga bulan bahasa smak 1salah satu typografi dalam lomba manga bulan bahasa smak 1

Special Performances

Siapa yang suka dengan band musik? Pada kesempatan kali ini, semua kelas mengirimkan beberapa orang dari kelas mereka untuk melakukan penampilan dalam bentuk band. Lagu atau musik yang ditampilkan harus mengandung unsur bahasa asing pilihan. Ada yang bernyanyi dalam bahasa Jepang, Mandarin, Jerman, bahkan Spanyol.

Dari penampilan dalam bulan bahasa bulan ini, sebagian besar peserta dapat dibilang cukup “spontan”, dimana mereka baru latihan pagi hari sebelum tampil. Mungkin ini dikarenakan perlombaan stand up comedy yang direncanakan sebelumnya dibatalkan, karena kurang peminat. Untungnya, masih ada kelas yang dapat tampil dengan memukau walaupun memiliki waktu berlatih yang sempit. Setiap kelas melakukan perlombaan di ruang tari-vokal.

3 kelompok finalis dari kelas yang berbeda pun terpilih untuk bernyanyi kembali di acara penutupan bulan bahasa SMAK 1. Ternyata, pemenangnnya berasal dari 3 tingkatan kelas yang berbeda, dari kelas X,XI, dan juga XII. Mereka bernyanyi di sela-sela final lomba Family Feud dan pantun yang masih dipertandingkan lagi di aula SMAK 1.

peserta kelas 10 lomba performance bulan bahasa smak 1 penabur

peserta kelas 11 lomba performance bulan bahasa smak 1 penabur

peserta kelas 12 lomba performance bulan bahasa smak 1 penabur

Debat Bahasa Indonesia

peserta debat bahasa indonesia bulan bahasa smak 1 penabur

Tentunya, English Debate sudah terkenal sebagai salah satu ekstrakurikuler yang berprestasi dan diminati banyak siswa SMAK 1. Di bulan bahasa ini, debat yang dipertandingkan tidak menggunakan Bahasa Inggris, melainkan Bahasa Indonesia, yang merupakan bahasa sehari-hari yang kita gunakan dalam kehidupan bermasyarakat.

Di dalam pertandingan, setiap perserta harus memberikan opini mereka terhadap beberapa kasus yang diberikan. Setiap kelompok terdiri dari 3 orang dari kelas yang berbeda, untuk menekan jumlah kelompok. Pertandingan dilangsungkan di ruang auditorium lantai 7. Ternyata, banyak anggota English Debate yang juga berpartisipasi di dalam debat Bahasa Indonesia kali ini.

dewan juri debat bahasa indonesia bulan bahasa SMAK 1 BPK PENABUR

Dewan juri pertandingan debat Bahasa Indonesia dalam bulan bahasa lalu.

peserta debat bahasa indonesia bulan bahasa smak 1 penabur

Penutupan Bulan Bahasa SMAK 1

Special Guest CONNECT 2017

Sacha Stevenson, special guest CONNECT 2017.

Sacha Stevenson, special guest CONNECT 2017.

Dalam penutupan bulan bahasa kali ini, SMAK 1 kedatangan seorang YouTuber Indonesia sebagai tamu khusus. Sacha Stevenson, nama yang pasti sudah dikenal secara luas oleh siswa SMAK 1. Beliau datang dan menyampaikan pengalaman-pengalamannya mengenai pentingnya berbahasa Indonesia. Ia menceritakan bagaimana proses belajar Bahasa Indonesia, yang ia mulai dari membaca sebuah majalah bulanan. Banyak sekali manfaat yang ia dapatkan dari berbahasa Indonesia, terutama saat ia baru membiasakan diri hidup di Indonesia (menghindari miskomunikasi dan penipuan) . Sacha menyadari bahwa Bahasa Indonesia bukan hanya sebuah bahasa, melainkan mengandung nilai budaya Indonesia. Mungkin ini selaras dengan hipotesis Sapir-Whorf yang menyatakan bahwa ada hubungan antar bahasa, budaya, dan cara berpikir orang yang menggunakannya secara rutin. Ternyata, Sacha juga menemukan peluang yang dapat diraup dari mempelajari Bahasa Indonesia. Ia sadar bahwa di dalam web masih kurang konten berbahasa Indonesia, yang jika ia manfaatkan dengan baik dapat menghasilkan banyak organic traffic. Dalam akhir pidatonya, Sacha bersalaman dengan Bu Endang selaku kepala sekolah SMAK 1 BPK PENABUR.

Dra Endang Setyowati MM, Kepala SMA Kristen 1 BPK PENABUR

Performance dari SEREN1TY

Gerakan ninja dari anggota SEREN1TY.

Seperti biasa, penutupan acara ditutup dari penampilan group modern dance SMAK 1 yang selalu dinanti oleh smukierz. SEREN1TY berhasil menarik decak kagum para penonton dengan tarian mereka yang diiringi musik 3 bahasa untuk menggambarkan serunya berbahasa di bulan bahasa SMAK 1 kali ini. Dalam penampilan kali ini, mereka menampilkan tarian untuk lagu OST film “Naruto”, juga frasa yang sedang booming di tengah situasi politik yang panas akhir-akhir ini. “Om Telolet Om”, siapa yang tidak pernah membaca atau mendengarnya. Sebuah frasa yang menggambarkan sederhananya kebahagiaan di mata anak Indonesia. Mungkin, banyak yang sudah menganggap frasa ini digunakan secara berlebihan dan lebih bersifat annoying. Namun, siapa sangka frasa ini dapat menimbulkan rasa persatuan sejenak dalam bangsa ini?

Frasa "Om Telolet Om" yang ditampilkan dalam penampilan SEREN1TY.

Frasa “Om Telolet Om” yang ditampilkan dalam penampilan SEREN1TY.