Nicole Charlene

Lulusan tahun 2020 dari SMAK 1 PENABUR JAKARTA, Nicole Charlene telah menyumbangkan segudang prestasi dalam waktu singkatnya di SMUKI. la telah memenangkan lebih dan 30 lomba pada skala lokal hingga nasional, hal tersebut tentu menjadi suatu keunggulan baginya. Pada bulan September mendatang ia akan melanjutkan pendidikanya di Fakultas Hubungan Internasional Universitas Leiden, Belanda.

Gilbert Rheza Putra

Nicole Charlene

Meskipun sudah lulus, ia tetap sibuk dengan berbagai aktivitas."Aku lagi mempersiapkan diri fo university, so reading in general, non-fictions and fictions." Selain itu ia juga merupakan bagian dari sebuah tim yang sedang mengem bangkan sebuah a plikasi unik yang berhubungan dengan hobinya. Meskipun ia belum bisa mem beritahukanya secara detail, namun ia berjanji bahwa aplikasi ini akan menjadi sesuatu yang menarik.

Belum selesai disitu Smukiers! la juga merupakan bagian dari Sebuah Lembaga Swadaya Masyara kat @ Selflovewarrior.id. "As a page that emphasizes the need for mental health and upholding the importance of support from other people, we get people who tells their life stories every day. " Menurut Nicole pengalamanya menjadi bagian dari SelfLoveWarrior sangat bermakna baginya karena telah mem berinya kesempatan untuk berbicara di seminar, Webinar, panel, radio yang bisa menjangkau banyak orang- orang di luar sana. "We are actually collaborating with some fun pages right now like @instagram,@projectbuzz.id and @rllivyou can go and check it out."

Saat ditanya tentang pengalamanya di SMUKI, ia menjawab kalau hal paling penting yang ia pelajari di SMU KI adalah disiplin."Discipline is for sure the biggest thing that SMAK 1 taught me," Ujar Nicole. Pelajaran yang begitu sulit, lingkungan yang begitu kom petitif selalu membuatnya terdorong untuk selalu berusaha lebih dari kemampuanya. " I cannot feel this when I was in SMAK 1, but I am so grateful now that I reflect back."

Tidak hanya belajar, waktunya di SMUKI juga diisi dengan mengikuti ekskul MUN dan EDS. Banyak sekali yang ia dapat dari kedua ekskul ini, mulai dari public speaking, research, cara ia merangkai pikiran - pikiranya dan yang paling penting menurutnya adalah pertemanan. "The most important thing though, is the com munity that is created through these extracurriculars." Kegiatan - kegiatan ekskulnya telah mem bawanya bertemu dan mem bangun koneksi dengan banyak sekali orang diluar SMAK 1.

Kesulitan terbesar yang ia hadapi saat di SMUKI adalah bagaimana caranya menyeim bangkan nilai, pertemanan dan kegiatan ekskulnya. " How I overcame it is to set out a schedule, but I don't think I managed to overcame it to be honest," tutur Nicole "I still feel like my academic scores are lacking and I could've done better but at the end of the day masih gapapa."

Pesanya untuk Smukiers ia dapat dari seorang guru SMAK 1 yang sangat berdampak baginya. Beliau mengata kan kepadanya "Memang kalian gabakal perlu sem ua yang kalian pelajarin, tetapi butuh nilai untuk masuk universitas."