IONA TANAN - LIFE BEYOND GRADES

Iona Tanan, adalah alumni SMAK 1 Penabur Jakarta tahun 2018. Saat ini, ia sedang melanjutkan pendidikan di National University of Singapore (NUS), jurusan teknik industri. Selama sekolah di Smuki, ia menjadi salah satu murid yang berperan aktif dalam berbagai kegiatan di sekolahnya.

Gilbert Rheza Putra

Iona Tanan

Selama 2 tahun berturut-turut, Iona tergabung dalam OSIS. Pada tahun pertama, ia menjadi anggota bidang 1 (keagamaan). Tahun kedua, ia didaulat menjadi ketua OSIS. Tergabung di OSIS membuat Iona banyak terlibat dalam kepanitiaan acara-acara OSIS lainnya

Awalnya, Iona mengikuti organisasi hanya untuk memperbaiki CV. Khawatir tidak berprestasi, merasa kurang pintar untuk mengikuti olimpiade, dan kurang bertalenta untuk mengikuti lomba-lomba non-akademis, membuat Iona memilih alternatif agar kelak dapat diterima di universitas unggul. Tapi, seiring dengan berjalannya waktu, ia melihat bahwa sebenarnya berorganisasi lebih dari sekadar itu. Di kelas XI, ia kembali mengikuti OSIS dengan perspektif yang baru. Ia sadar OSIS mengajarkannya banyak hal, seperti leadership, planning, kemampuan mengatasi masalah, kerjasama tim, dan juga memberikan pengalaman-pengalaman yang tidak terlupakan.

Sebagai ketua OSIS, Iona tentu pernah merancang suatu program, salah satunya Monograph. Alasan mendirikan Monograph karena OSIS sering membutuhkan desainer grafis dalam berbagai kegiatannya. Tapi, saat itu belum ada klub yang menaungi murid-murid dengan bakat desain sehingga sulit untuk mencari orang yang dapat diberi tugas tersebut. Dari situlah muncul ide membuat Monograph. Pada saat kampanye OSIS, Iona juga menjanjikan sebuah induk klub di bidang kesenian, seperti bidang olahraga yang mempunyai KR1ZA. Sayangnya, hal ini belum sempat terealisasikan.

Kehidupan sebagai pengurus OSIS tentu tidak lepas dari tantangan. Iona mengaku dalam menjalani tanggung jawabnya, sering timbul perasaan stress yang begitu berat. Banyak waktu yang harus dikorbankan demi menyelesaikan tugasnya di OSIS. Lebih lagi jika kegiatan tidak berjalan sesuai rencana dan ada banyak kecaman dari orang lain. Namun, hal itu seolah terbayarkan dengan banyaknya pengalaman seru lainnya dan friendship circle yang semakin erat ketika menjalani masa-masa seperti itu bersama. Satu hal yang selalu ia ingat, God is in control. Walaupun ada kegagalan, hambatan, dan kritik ia percaya bahwa selalu ada penyertaan Tuhan.

Aktif OSIS mengharuskan Iona seringkali izin keluar kelas dan tentu ia banyak tertinggal pelajaran. Namun, by God’s grace dan ketekunan Iona, ia tetap bisa berprestasi secara akademis. Ia juga sering mengingatkan pada dirinya, “you’re not alone”; banyak teman-teman yang juga mempunyai masalah yang sama, banyak yang mau dan bisa diandalkan untuk membantunya di tengah-tengah kesibukannya. Selain itu, keluarga yang sangat mendukung menjadikan Iona tetap semangat.

“Aku bahagia di SMAK 1. Ada masa-masa berat, nangis-nangis, stress, tapi overall aku ga pernah regret masuk SMAK 1. For me, it changed my life. Yang tadinya SMP aku bukan siapa-siapa, tapi Tuhan yang nuntun aku kesini, bukan maksudnya sekarang aku jadi siapa-siapa, tapi aku bisa ketemu banyak orang dan ngerasain banyak pengalaman interesting,” kenangnya. Iona juga berpesan agar Smukiers jangan terlalu stres belajar, dan fokus hanya pada nilai saja. Tapi, bukan berarti prestasi akademis tidak ada gunanya, ya. “Life is more than that. Jangan fokus sama apa yang keliatan sekarang aja. See things from above.” Terakhir, jangan lupa untuk menghormati guru-guru juga apapun alasannya.