Bryant Willy Rans

Bryant Willy Rans, atau biasa dipanggil Bryant adalah salah satu alumnus Smukie angkatan 2020. Setelah lulus, Bryant akan melanjutkan studi ke Universitas Leiden, Belanda. Nah, untuk seri artikel tentang alumni ini, Bryant mau share singkat tentang pengalamannya di Smuki, terutama selama menjadi bagian dari kepanitiaan Smakonecup (SOC).

Bryant Willy Rans

Bryant Willy Rans

“Seperti pandangan kebanyakan orang tentang Smuki, sebelum masuk sekolah di sini tuh pandangannya bakalan susah banget, harus belajar terus,” katanya. Tiga bulan pertama merupakan masa adaptasi dan menurutnya tekanan belajar saat itu masih kerasa banget. Selain itu, lingkungan Smuki juga terasa baru karena sebelumnya ia nggak pernah pindah sekolah dan teman-teman dari sekolah asalnya yang juga pindah ke Smuki sangat sedikit. Namun, setelah melaluinya, Bryant sudah lebih terbiasa dengan lingkungan dan suasana pembelajaran di Smuki. Ia berpendapat bahwa kesulitan-kesulitan akademik yang dihadapi akan dapat teratasi dengan lebih memahami suasana lingkungan di Smuki, memiliki time management yang baik, dan dengan mengubah mindset bahwa semua kesulitan sebaiknya nggak dijadikan beban. “Yang penting: do your best.”

Selama di Smuki, Bryant bergabung ke dalam OSIS dan juga menjadi bagian dari kepanitiaan Smakonecup (SOC). Meski banyak terlibat dalam kegiatan-kegiatan dan organisasi sekolah, ia merasa bahwa pencapaian akademiknya cukup memuaskan. Selain itu, Bryant juga pernah mengikuti ekstrakurikuler YCC. Menurutnya, membahas topik-topik berkualitas di YCC terasa lebih seru karena anggota YCC nggak terlalu banyak.

Dalam kepanitiaan SOC, Bryant pernah menjadi anggota Panitia Dekorasi Lapangan. Setelah menjadi Wakil Ketua Panitia saat berada di kelas XI, ia menjabat sebagai Ketua Panitia SOC pada tahun 2019. Tentu hal ini menantang banget, karena menjadi ketua berarti menjadi penanggungjawab terbesar atas SOC. Ketua juga berperan sebagai penghubung antara guru-guru dan seluruh anggota panitia, sehingga seluk-beluk kepanitiaan harus benar-benar diketahui. Karena itu, menurutnya penting untuk berusaha sebaik mungkin dalam menghadapi semua itu. “Kalo jadi ketua juga harus siapin mental buat nerima komplain,” ujarnya.

Selama menjadi ketua dan fokus mengurusi SOC, ada beberapa hal yang dikorbankan. Misalnya, waktu bersama teman menjadi berkurang dan terkadang Bryant harus rela pulang ke rumah lebih malam. Namun, pastinya ada yang bisa didapat dari pengalaman menjadi ketua. Bryant bisa mengenal lebih banyak teman, terutama kakak kelas atau adik kelas. Selain itu, ia bisa belajar untuk lebih mampu mengendalikan emosi, karena menurutnya hal ini penting untuk mempertahankan kerjasama. Kemampuan memecahkan masalah dengan cepat juga dapat terlatih. Nggak ketinggalan, pengalaman berorganisasi seperti ini juga akanmembantu dalam pembuatan curriculum vitae (CV) dan motivation letter yang dibutuhkan dalam proses melanjutkan studi.

Menurutnya, SOC penting untuk diadakan karena SOC bisa menjadi momen untuk menjaga kekerabatan antara semua murid dan guru. Smukie juga dapat dikenal oleh publik lewat SOC. Karena itu, untuk penyelenggara SOC selanjutnya, Bryant berharap agar kesalahan-kesalahan yang pernah terjadi bisa dipelajari dan pastinya tidak terulang kembali, agar SOC bisa selalu menjadi lebih baik dari sebelumnya.

Nah, sebagai penutup, Bryant juga punya pesan kepada Smukiers, nih. “Nikmatin masa SMA, jangan sering ngeluh, always do your best, jaga nilai sebaik mungkin di semester berapapun tapi jangan ngehalalin segala cara cuma biar dapet nilai bagus. Terus, jaga pertemanan,” pesannya.