VALENCIA GABRIELLA

Valencia Gabriella merupakan lulusan SMAK 1 PENABUR Jakarta tahun 2012. Nama ini tentu sudah tidak asing lagi, bukan? Kak Valencia merupakan pembicara Quarantinnovate SMAK 1 pada 22 Juni yang lalu. Ternyata, program Quarantinnovate diinisiasi olehnya dengan nama Career Workshop saat beliau menjabat sebagai ketua OSIS SMAK 1. Satu kata yang beliau katakan mengenai smukie adalah bersyukur. Bersyukur karena saat kuliah lalu kerja, sense of hard-workingnya sudah ada.

Valencia Gabriella

Valencia Gabriella

Menjadi bagian dari pengurus OSIS yang dipercaya untuk berinovasi dengan berbagai program memberikan beliau pengalaman hidup untuk mengembangkan soft-skill, khususnya dalam leadership. Selain berorganisasi dalam kepengurusan OSIS, beliau juga melayani di gereja. Ditambah dengan tanggungjawabnya yang utama untuk belajar, beliau pun belajar time-management.

Setelah lulus dari SMAK 1, beliau melanjutkan studinya di Hong Kong mengambil jurusan bisnis, lalu pindah ke Chemical and Biomolecular Engineering. Dalam memilih jurusan, beliau menyarankan untuk mencari sejak kelas 10. Dari pengalamannya, karena beliau sibuk dalam belajar dan berorganisasi, beliau kurang waktu untuk memikirkan jurusan yang diinginkan. Akhirnya, beliau pun mengambil bisnis karena beliau suka berorganisasi dan berinovasi. Dalam tahun pertama kuliah, beliau merasa tidak begitu suka dengan jurusan bisnis, sehingga ia pindah ke jurusan engineering karena minatnya dalam science. Meskipun begitu, beliau menjadikan jurusan bisnis sebagai minornya dan lulus tepat waktu.

Dalam mencari pekerjaan, beliau mendaftar di Jepang dan akhirnya diterima di perusahaan digital marketing, IREP, pada tahun 2016 sebagai global business strategist. Pada tahun 2017, beliau bekerja di Unilever. Tak berhenti disitu, beliau melanjutkan studinya di Melbourne University mengambil Master of Entrepreneurship sambil membangun start-up sport-tech untuk pemain basket amatir. Kini, ia tengah bekerja sebagai product manager di Traveloka dan mendirikan Indonesian Women League, sebuah komunitas perempuan Indonesia untuk berbagi cerita, saling menguatkan, dan belajar skill baru. Disamping itu, beliau juga mendirikan bisnis kerajinan tangan bernama Joliesse Gifts.

Dalam time-management, beliau memastikan terlebih dahulu kalau apa yang dilakukannya merupakan sesuatu yang berarti untuknya. Dengan begitu, beliau dapat mengerjakannya dengan semangat. Beliau membuat plan waktu untuk mengerjakan semua pekerjaannya dan tidak lupa juga menyelingi waktu untuk me-time. ‘Do something that is meaningful for you and which one is more urgent to do’ merupakan tipsnya dalam membagi waktu. Beliau juga menganjurkan untuk memiliki daftar prioritas sehingga tidak kebingungan akan apa yang harus dikerjakan.

Motto yang selalu beliau pegang sejak SMP adalah ‘Do the best in everything you do and God will do the rest.’ Maknanya, kita lakukan saja bagian kita dengan maksimal. Apapun hasilnya, Tuhanlah yang menentukan. Beliau juga berpesan kepada siswa SMAK 1 untuk berpikir jauh kedepan saat lelah belajar. Melihat kebelakang, beliau bersyukur telah menghadapi semua fase SMA. Ia juga memberikan pesan untuk berpikir positif bahwa apa yang kita pelajari bukan hanya untuk nilai bagus tetapi dapat melatih kita untuk melakukan banyak hal, juga jika ada organisasi kita bisa mengambil bagian didalamnya. ‘Use your time wisely,’ ujarnya.