RACHEL EMANUELLE

Rachel Emmanuelle merupakan lulusan SMAK 1 PENABUR tahun 2020. Kini, ia kuliah di NTU, Singapura, mengambil major Materials Science and Engineering. Selama di smukie, ia mengikuti club musik seperti SYC, Cressendo, dan SWE. Meski mengikuti banyak club, thank God, ia tetap bisa keep up dengan pelajaran sehingga nilai akademisnya tidak jelek.

Rachel Emanuelle

Rachel Emanuelle

Menyeimbangkan antara belajar dan kegiatan non-akademis menjadikan masa SMA-nya menyenangkan dan tidak stres. Guru-guru smukie juga disiplin, baik dan bisa menjadi teman sehingga ia tidak merasa tertekan selama belajar di smukie. Seperti smukiers lain, pengalaman yang paling menyenangkan baginya merupakan SMAKONECUP karena jam pelajaran yang dikurang sehingga dapat break sebentar dari akademik dan enjoy more time with friends! Sedihnya, kini ia harus meninggalkan smukie setelah 3 tahun yang sangat menyenangkan. Terlebih sedih karena acara perpisahan yang tidak dapat diselenggarakan akibat pandemi.

Ketika banyak izin keluar kelas untuk latihan band, tentunya ia banyak ketinggalan pelajaran. Sehingga ia harus menyiapkan waktu lebih untuk belajar sendiri. Saat ada yang tidak dimengerti, ia bertanya secara personal ke guru, dan akhirnya selamat deh dari remedial.

Perjalanannya dalam musik mulai sejak ia berumur sekitar 3-4 tahun. Saat itu, ia les piano untuk belajar teori paling dasar dan mulai memegang piano umur 5 tahun. Sejak SD, Ia sudah main piano di kebaktian sekolah dan beberapa kali pelayanan di gerejanya. Ketika sekolah di SMPK 2, ci Rachel ikut ekskul band. Ia pun mengerti cara bermain dalam grup dan bukan hanya sekadar solo. Selain band, ia juga mengikuti ekskul kolintang. Sehingga ketika ada acara yang diselenggarakan OSIS, ia tampil band, kolintang, dan beberapa kali mengiringi paduan suara. Ia juga bermain keyboard untuk kebaktian sekolah.

Mengetahui adanya ekskul mini orchestra di smukie, ia pun mulai les violin sejak SMP akhir. Masuk smukie, langsunglah ia mendaftar club SYC, Cressendo, dan SC. Audisi yang pertama ia jalani adalah SC, tetapi ditolak. Ia pun sempat takut untuk melanjutkan audisi SYC dan Cressendo yang katanya sulit untuk masuk, tetapi tetap dijalani. Kabar baiknya, ia diterima dikeduanya. Cressendo dan SYC aktif tampil di acara kecil sampai besar, sehingga ia mendapat lebih banyak ilmu dan jam terbang. Selama join Cressendo, tim band beberapa kali ikut lomba dan selalu masuk 3 besar. Beberapa kali ci Rachel juga mendapat award best keyboardist.

Di awal kelas 12, ia mulai belajar saxophone sendiri dan sering bertanya kepada Pak Catur. Dibentuklah SWE karena banyak smukiers yang berminat main instrumen tiup. Ketika dipilih menjadi ketua SYC, ia bisa belajar cara conducting dan arranging. Baginya, club di smukie mengajarkan banyak ilmu musik dan memberikan pengalaman yang mungkin tidak dapat ditemukan di tempat lain. Les piano yang telah ia jalani selama 14 tahun juga akhirnya lulus dan membuahkan hasil yang memuaskan. Sampai sekarang, ia masih aktif bermusik dengan berkolaborasi bersama teman, aransemen lagu, nge-band, dan terutama melayani di gereja.

Pesannya untuk smukiers adalah untuk menjaga nilai akademis, juga memanfaatkan kesempatan untuk join club dan aktif di acara-acara smukie karena seru dan dapat pengalaman baru. “Have fun, cari temen sebanyak mungkin, jangan lupa banyak guru juga asik dan bisa dijadiin temen!” pesannya.