IBU PADMIKA BUDIDHARMA

Ibu Padmika Budidharma, akrab disapa dengan Ibu PD merupakan lulusan SMAK 1 PENABUR Pintu Air pada tahun 1984. Beliau telah menempuh pendidikan di PENABUR sejak taman kanak-kanak. Minatnya dalam mengajar berkembang saat SMA ketika beliau mengajar keponakannya. Ketika mau kuliah, beliau mendaftar di dua tempat, yaitu Trisakti mengambil accounting dan IKIP mengambil matematika. Akhirnya beliau pun diterima di jurusan matematika IKIP, yang sekarang dikenal dengan UNJ (Universitas Negeri Jakarta). Kerennya, beliau mendapatkan IP tertinggi di jurusannya, wow!

Mark

Ibu Padmika

Ternyata, kehidupan SMAK 1 yang dulu Ibu PD hadapi memiliki banyak perbedaan dengan sekarang. Pertama, untuk jam masuk sekolah, kelas 10 dari jam 1 hingga sore, sedangkan kelas 11 dan 12 masuk dari pagi. Kedua, pembagian jurusan baru dilakukan di semester 2 kelas 10, semester satunya siswa harus belajar semua pelajaran. Ketiga, untuk pelajaran olahraga, siswa SMAK 1 harus berjalan ke Lapangan Banteng. Keempat, lab pun diluar pelajaran sekolah dan berada di tempat lain, yaitu di Gunung Sahari. Selain itu, dulu di SMAK 1 tidak ada ekskul, melainkan keterampilan. Keterampilan yang Ibu PD ikuti dulu adalah memasak, itulah hobinya hingga sekarang.

Saat beliau menjadi murid di SMAK 1, belum ada handphone canggih, orang yang memiliki telepon rumah pun jarang. Untuk menghadapi persoalan yang susah, beliau pun harus bertanya kepada kakaknya yang selisih 2 tahun darinya. Kerennya lagi, Ibu PD selalu meraih ranking 10 besar di kelasnya. Ketika SMA, beliau pun selalu menghadapi ulangan mendadak dari guru matematikanya. Meskipun begitu, murid harus tetap siap. Beliau pun harus tekun mengerjakan PR agar saat ada pengambilan nilai, beliau sudah siap.

Ketika Ibu PD masuk pada tahun-tahun akhir kuliah, beliau mengajar di SMP Karunia, di Pasar Baru pada tahun 1987 dari jam 6:30 hingga 7:15, lalu lanjut kuliah. Pada tahun 1989, beliau diberi kepercayaan untuk mengajar tingkat SMA di sekolah tersebut. Setelah 2 tahun mengajar, beliau pun pindah mengajar ke SMAK 1 PENABUR dan hingga kini, sudah kira-kira 29 tahun beliau mengabdi di SMAK 1 yang sudah seperti rumah keduanya.

Motto beliau adalah “Ibu ingin memberikan yang terbaik kepada siswa Ibu sehingga apa yang Ibu ajarkan bisa terpakai dan berguna bagi siswa.” Beliau juga menyebutkan, “Meskipun matematika tidak langsung terpakai, tetapi dapat melatih logika pemikiran. Ketika menyelesaikan soal bukan dari teknik hafalan, itu merupakan logika berpikir.” Terkadang kita pasti berpikir, “Buat apa sih kerja belajar geometri?” dan akhirnya pertanyaan itu terjawab. Beliau berkata bahwa matematika itu mengenai menganalisis soal. Membantu kita untuk berpikir secara logika, ketika keadaan tidak sesuai yang diharapkan, apa yang harus dilakukan?

“Pesan ibu, gunakan waktu, jangan sampai telat sadarnya. Have fun itu perlu tetapi apa yang dicita-citakan harus diperjuangkan. Dari kelas 10 sampai 11 sudah harus punya bayangan mau kuliah apa, jangan sampai menyesal dan ketika kuliah akhirnya keluar karena tidak enjoy,” ujarnya. Beliau juga berkata, untuk mencari jurusan, harus sesuai minat dan hati nurani, bukan karena gaji yang besar. Karena jika tidak, saat kuliah dan bekerja akan berefek pada pekerjaan kita. Akhir kata, beliau juga berpesan, “Muailah kenali dirimu masing-masing, pikirkanlah apa yang menjadi cita-citamu dan berusahalah menggapainya.”